BLOG MERUPAKAN PENGALAMAN PRIBADI DAN KUMPULAN ARTIKEL DARI BEBERAPA MEDIA YANG TELAH DIBACA DAN SEBAGAI SIMPANAN SERTA" SHARING" KEPADA PARA IBU..SEMOGA BERMANFAAT....:)
Kamis, 18 April 2013
Hypnobirthing Untuk Kehamilan : untuk melatih ibu hamil supaya lebih tenang dalam menghadapi proses persalinan.
Hypnobirthing Untuk Kehamilan
Metoda hypnobirthing pertama kali dipopulerkan oleh Marie F.Mongan,
M.Ed., M.Hy. dari Australia. Tujuannya, untuk melatih ibu hamil supaya
lebih tenang dalam menghadapi proses persalinan.
Dalam metode ini, ibu hamil juga diajarkan membiasakan diri mengajak
bicara janinya. Kegiatan ini sebagai suatu bentuk komunikasi antar-ruh,
yang terus dilakukan sampai detik-detik menjelang persalinan, khususnya
agar janin berjuang bersama ibunya untuk melewati jalan lahir. Kelas ini
sangat dianjukan untuk diikuti ibu hamil bersama pasangannya.
Manfaat:
1. Memahami proses yang sedang terjadi di dalam rahimnya.
2. Memahami apa yang terjadi setelah bayi lahir, dan cara perawatannya.
3. Membuat ibu hamil menjadi lebih santai dan tenang dalam menjalani proses kehamilan dan persalinan.
4. Membuat ibu hamil mampu memanfaatkan kekuatan pikiran positif dan
alam bawah sadarnya untuk menghadapi berbagai rasa sakit serta rasa
tidak nyaman lainnya.
5. Membantu ibu hamil mengatasi
kekhawatiran dan ketakutannya, yang dapat menghambat produksi sejumlah
hormon, diantaranya endorphin yang memiliki kekuatan 200 kali lipat dari
morfin untuk menekas rasa sakit pada saat melahirkan.
sumber : Ayahbunda
Selasa, 16 April 2013
Ajari Anak Terima Kekalahan
Ajari Anak Terima Kekalahan, simak info ini yah Bun :)
Tidak ada Bunda yang ingin anaknya menjadi orang yang kalah, misalnya
tidak memiliki kemampuan apa-apa, makan siang sendirian, atau bahkan
terkucil dari teman-temannya. Namun, belajar untuk kalah secara harfiah,
menerima kekalahan, dan kemudian bangkit kembali adalah kunci penting
kebahagiaan.
Untuk anak yang lebih kecil: Berilah contoh
berulang kali untuk menerima kekalahan dengan baik. Katakan, “Aduh,
Bunda kalah lagi, deh. Tapi senang, ya. Main lagi, yuk!” Boleh saja
membiarkan anak usia prasekolah untuk sering menang, tetapi perlahan ia
harus belajar untuk kalah, jelas Erika Rich, Ph.D., seorang psikolog
anak dari Los Angeles yang membentuk kelompok keahlian sosial untuk
anak-anak.
Ketika Anda menang,
katakan padanya, “Kali ini Bunda yang menang, tapi tadi kamu hebat,
kok.” Jika si kecil merajuk, jelaskan padanya bahwa tidak ada orang yang
ingin kalah, tetapi kekalahan adalah bagian dari permainan. Orang yang
benar-benar kalah adalah orang yang tidak berusaha bermain dengan baik.
“Sejak usia lima tahun, ia tidak boleh memenangkan setiap permainan, dan
harus mulai mengalami kekalahan, walaupun akibatnya ia akan mengamuk,”
kata Rich.
Untuk anak yang lebih besar: Sejak berusia 8 tahun,
kata Rich, kebanyakan anak cenderung bisa menerima kekalahan dengan
tenang. Sebelumnya, mereka merajuk ketika kalah karena terlalu fokus
pada hasil akhir sebuah proses (dipilih untuk masuk sebuah tim, mencetak
angka paling banyak) sehingga hal-hal menyenangkan yang terjadi dalam
prosesnya luput dari perhatian mereka, kata Pam Schiller, Ph.D.,
pengarang buku “Seven Skills for School Success”.
Kuncinya,
alihkan perhatian si kecil dari hadiah. Misalnya, jika ia kalah dalam
pertandingan bola, katakan: ”Nggak apa-apa kok, kamu tidak menang”,
“Gimana tadi pertandingannya?”, “Kamu senang nggak bermain dengan
teman-teman?”, “Senang ya, disemangati teman-teman?”, dan sebagainya.
sumber : Parenting Indonesia
Sukses Latihan Bertoilet
Sukses Latihan Bertoilet
Dear Bunda Tak perlu bimbang kok. Bunda boleh memakaian
balita popok di malam hari di tahap awal ia belajar bertoilet. Hanya saja,
Bunda perlu mengagendakan, agar ia terus melatih diri untuk mengendalikan
dorongan buang air.
Berikut tips agar latihan bertoilet berjalan sukses:
1. Buat jadwal ke toilet. Mulailah dengan membuat
jadawal tetap ke toilet setiap haroi. Misalnya, mengajak anak ke kamar mandi
untuk buang air kecil setiap baru bangun. Demikian buang air besar di wakt sama
setiap hari.
2 Ajaklah dengan cara menyenagkan, tanpa memaksa,
perlihatkan empati apabila balita menemui kesulitan. Misalnya terlanjur pipis
sebelum masuk toilet, atau sulit pup.
3 Ganti popok. Ganti penggunaan popok biasa dengan
popok celana yang mudah dibuka speerti memakai celana biasa. Katakana pada
balita bahwa popok ini adalah popok khusus anak yang sudah besar, dan jelaskan
penggunaannya.
4 Bermain. Berikan balita boneka dengan celana yang
biasa dibuka dan memiliki toilet sendiri. Dengan begitu ia bisa mempraktikannya
pada boneka sebelum diterapkannya pada diri sendiri. 5. Perangkat toilet.
Sediakan perangkat toilet dengan motif-motif lucu. Di tahap perkenalan, Anda
boleh membiarkan anak menggunakan perangkat toilet sebagai maianan lalu ajak ia
secar aperlahan duduk di atasnya. temukan posisi terbaik untuk anak buang air.
anak perempuan lebih nyaman dalam posisi duduk. Anak laki-laki posisi berdiri.
Perhatikan juga respon masing-masing anak terhadap posisi tersebut. Saat balita
menggunakan perangkat tersebut, tenangkan ia dengan memberinya semangat bahwa
ia mampu bertoilet. Setelahnya, ajak ia buang air sambil menceritakan suatu
kisah atau membacakan buku cerita favoritnya.
6 Bersikaplah optimis. Anda bukan satu-satunya
orang tua yang berjuang agar anaknya dapat mengendalikan dorongan buang air.
sejalan dengan jumlah jam terbang latihan, balita akan mahir. Pengalaman
positif dan optimisme Anda di tahap perkenalan ini memuluskan proses bertoilet.
Sumber : Ayahbunda
Cara Atasi Mata Gatal pada Anak
Cara Atasi Mata Gatal pada Anak
Mata anak Bunda gatal dan sering dikucek? Hati-hati infeksi. Selain
menghindari kontak dengan penderita infeksi, cara lain mencegah infeksi
mata adalah dengan menjaga kebersihan.
Saat merasa ada yang
tidak beres dengan matanya, misal perih, berair, atau gatal, biasanya
anak akan secara refleks mengucek atau menggosoknya. Padahal, belum
tentu tangan anak saat itu bersih, kan? Virus dan bakteri bisa saja
menempel pada tangan anak. Mengucek mata, selain menyebabkan infeksi,
juga bisa menyebabkan kornea tergores. Efeknya, penglihatan anak bisa
menjadi buram, mata merah, nyeri, dan berair.
Lalu, bagaimana mengatasinya? Saat anak mengeluh matanya terasa gatal
atau mengganjal karena benda asing, segeralah bersihkan matanya dengan
menggunakan air mengalir. Tekankan pada anak untuk tidak mengucek
matanya meski terasa gatal. Jika pun ia ingin memegang atau membersihkan
matanya dengan tangan, ia harus membersihkan atau mencuci tangannya
terlebih dahulu.
Segera bawa anak ke dokter bila mata merah dan
infeksinya tidak mengalami perbaikan dalam waktu 3 hari. Terlebih, bila
kondisi mata memburuk, misal mata semakin bengkak, penglihatan jadi
buram, dan mata terasa sakit sekali. Jangan sekali-sekali memberi obat
tetes mata yang dijual bebas pada anak. Obat tetes mata yang dijual
bebas biasanya hanya ditujukan untuk mata iritasi akibat debu atau
kotoran, dan tidak ditujukan untuk mata yang terinfeksi.
sumber ; Parenting Indonesia
Slow Food, Masak Cara Sehat .
Slow Food, Masak Cara Sehat .
Dear Bunda Jenis makanan yang diproses dengan sehat,
seperti slow food, memberi kandungan gizi yang alami dan juga lebih bervariasi
(tergantung dari bahan pembuatnya).
Slow food sendiri bisa diartikan sebagai makanan yang
proses pengolahannya melalui waktu yang lama. Saat memroses slow food ini,
makanan tidak dipaksa matang di luar waktunya.
Misalnya, ayam goreng diproses dengan cara diungkep
terlebih dulu hingga matang dan empuk, baru kemudian digoreng hingga matang.
Tidak hanya penyajiannya yang lambat, namun proses pemilihan bahan makanan
hingga makanan ini dikonsumsi dilakukan secara berhati-hati.
Konsep yang ditawarkan slow food adalah memroses
dan mengonsumsi makanan dengan tidak terburu-buru. Misalnya, menyiapkan bumbu,
menumis atau merebus, hingga menyajikannya di meja makan. Semuanya harus
benar-benar dinikmati (walaupun lebih memakan waktu!).
Semoga jadi salah satu referensi cara memasak untuk
bunda dan keluarga
Sumber ; Parenting Indonesia
Kiat Minum Obat Saat Menyusui
Kiat
Minum Obat Saat Menyusui
Dear Bunda Obat yang diminum ibu menyusui dapat
mencemari air susu. Tapi pemberian ASI harus jalan terus.
Apakah Anda harus minum obat dalam jangka waktu lama,
misalnya obat-obatan untuk penyakit diabetes? Atau hanya dalam beberapa hari
seperti antibiotik? Atau hanya satu kali seperti obat penenang? Apa pun yang
Anda alami, pertimbangan beberapa hal berikut:
Tanya dokter. Langkah bagus jika Anda diskusi
dengan dokter tentang alternatif pengobatan tanpa obat. Misalnya mengatasi
infeksi virus dengan istirahat dan banyak mengonsumsi vitamin dari buah-buahan.
Minum obat hanya jika memang perlu.
1. Hindari obat-obatan yang kandungannnya berupa
kombinasi bermacam-macam zat aktif. Tanyakan pada dokter atau apoteker. Sebagai
contoh: Untuk pareda nyeri dan penurun demam, cukup minum parasetamol. Untuk
sakit maag, obat yang berisi magnesium hiroksida dan aluminium hidroksida.
2. Pilih obat yang paling kecil resikonya muncul
dalam ASI dan paling singkat keberadaanya dalam ASI. Dengan kata lain, dosisnya
serendah mungkin dna dalam waktu yang sesinngkat mungkin.
3. Pilih obat yang mencantumkan aman dikonsumsi oleh
ibu hamil dan ibu menyusui.
Atur jadwal minum obat. Bila obat diminum segera
setelah selsai menyusui atau sebelum bayi tidur panjang, maka kemungkinnan
masuknya obat ke dalam ASI makin kecil.
Cermati dan waspadai gejala-gejala yang
diperlihatkan bayi. misalnya, bayi jadi rewel, timbul ruam atau bercak
merah/biru, sakit, kejang perut (kolik), atau ada perubahan pada pola tidur dan
makannya. Bila muncul dalah satu gejala ini, segera beritahu dokter, termasuk
jenis obat yang Anda konsumsi.
Pelajarai cara memerah dan menyimpan ASI. Dengan
demikian, bila Anda harus menjalani pengobatan yang tidak bisa dilakukan
bersamaan dengan kegiatan menyususi, maka bayi tetap mendapat ASI.
sumber ; Ayahbunda
Langganan:
Komentar (Atom)