Kamis, 18 April 2013

Menghadapi Minggu Terakhir Kehamilan

Menghadapi Minggu Terakhir Kehamilan

Dear Bunda
Kepala bayi sudah mulai turun dan sering terjadi kontraksi palsu. Tidak perlu buru-buru ke rumah sakit, tetap tenang dan ikuti perkembangannya.

Apa yang terjadi?
1. Bayi turun. Mulai minggu ke-36, kepala bayi sudah turun atau berada di rongga panggul Anda. Bila dokter melakukan pemeriksaan dalam, ia bisa merasakan ujung kantung ketuban dan kepala bayi.
2. Kontraksi palsu. Rahim menjadi sangat peka terhadap rangsangan dan semakin aktif. Sebagian ibu hamil mengalami kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Saat kontraksi, rahim dapat diraba dari luar dan terasa mengeras.
3. Jangan buru-buru ke rumah sakit. Kontraksi disertai rasa sakit dan biasanya menyerang pada malam hari dengan jarak waktu tidak teratur, sering dikira kontraksi persalinan sesungguhnya. Tidak heran bila ibu terkecoh dan buru-buru lari ke rumah sakit - lalu diminta pulang lagi.
4. ASI rembes. Terjadinya kontraksi rahim dipengaruhi oleh aktivitas hormon oksitosin. Hormon itu juga merangsang refleks pengeluaran ASI, sehingga ASI Anda mungkin rembes. Kenakan saja breast pad.

Anda sebaiknya:

1. Perhatikan gerak janin. Dalam satu jam paling tidak terasa 5–6 gerakan. Rasakan seluruh gerakan, baik menendang, berguling atau cegukan. Bila dalam waktu dua jam tidak terasa gerakan sama sekali, hubungi dokter.
2. Cermati kontraksi. Hubungi dokter bila mengalami lebih dari lima kali kontraksi palsu dalam 1 jam. Apalagi bila kontraksi kian kuat dan jaraknya dekat.
3. Periksa koper. Cek lagi isi tas bekal bersalin yang akan dibawa ke rumah sakit. Letakkandi tempat yang mudah dijangkau. Bila ada, sertakan rencana persalinan yang Anda buat.
4. Beritahukan nomor penting. Catat beberapa nomor penting, taruh di dekat telepon atau bagikan ke suami atau anggota keluarga lainnya.
5. Tes waktu tempuh ke rumah sakit. Bila perlu, lakukan simulasi perjalanan ke rumah sakit dan catat waktunya. Perkirakan juga adanya macet saat lalu lintas padat.

sumber : Ayahbunda

Hypnobirthing Untuk Kehamilan : untuk melatih ibu hamil supaya lebih tenang dalam menghadapi proses persalinan.

Hypnobirthing Untuk Kehamilan

Metoda hypnobirthing pertama kali dipopulerkan oleh Marie F.Mongan, M.Ed., M.Hy. dari Australia. Tujuannya, untuk melatih ibu hamil supaya lebih tenang dalam menghadapi proses persalinan.

Dalam metode ini, ibu hamil juga diajarkan membiasakan diri mengajak bicara janinya. Kegiatan ini sebagai suatu bentuk komunikasi antar-ruh, yang terus dilakukan sampai detik-detik menjelang persalinan, khususnya agar janin berjuang bersama ibunya untuk melewati jalan lahir. Kelas ini sangat dianjukan untuk diikuti ibu hamil bersama pasangannya.

Manfaat:

1. Memahami proses yang sedang terjadi di dalam rahimnya.
2. Memahami apa yang terjadi setelah bayi lahir, dan cara perawatannya.
3. Membuat ibu hamil menjadi lebih santai dan tenang dalam menjalani proses kehamilan dan persalinan.
4. Membuat ibu hamil mampu memanfaatkan kekuatan pikiran positif dan alam bawah sadarnya untuk menghadapi berbagai rasa sakit serta rasa tidak nyaman lainnya.
5. Membantu ibu hamil mengatasi kekhawatiran dan ketakutannya, yang dapat menghambat produksi sejumlah hormon, diantaranya endorphin yang memiliki kekuatan 200 kali lipat dari morfin untuk menekas rasa sakit pada saat melahirkan.

sumber : Ayahbunda

Selasa, 16 April 2013

Ajari Anak Terima Kekalahan

Ajari Anak Terima Kekalahan, simak info ini yah Bun :)

Tidak ada Bunda yang ingin anaknya menjadi orang yang kalah, misalnya tidak memiliki kemampuan apa-apa, makan siang sendirian, atau bahkan terkucil dari teman-temannya. Namun, belajar untuk kalah secara harfiah, menerima kekalahan, dan kemudian bangkit kembali adalah kunci penting kebahagiaan.

Untuk anak yang lebih kecil: Berilah contoh berulang kali untuk menerima kekalahan dengan baik. Katakan, “Aduh, Bunda kalah lagi, deh. Tapi senang, ya. Main lagi, yuk!” Boleh saja membiarkan anak usia prasekolah untuk sering menang, tetapi perlahan ia harus belajar untuk kalah, jelas Erika Rich, Ph.D., seorang psikolog anak dari Los Angeles yang membentuk kelompok keahlian sosial untuk anak-anak.

Ketika Anda menang, katakan padanya, “Kali ini Bunda yang menang, tapi tadi kamu hebat, kok.” Jika si kecil merajuk, jelaskan padanya bahwa tidak ada orang yang ingin kalah, tetapi kekalahan adalah bagian dari permainan. Orang yang benar-benar kalah adalah orang yang tidak berusaha bermain dengan baik. “Sejak usia lima tahun, ia tidak boleh memenangkan setiap permainan, dan harus mulai mengalami kekalahan, walaupun akibatnya ia akan mengamuk,” kata Rich.

Untuk anak yang lebih besar: Sejak berusia 8 tahun, kata Rich, kebanyakan anak cenderung bisa menerima kekalahan dengan tenang. Sebelumnya, mereka merajuk ketika kalah karena terlalu fokus pada hasil akhir sebuah proses (dipilih untuk masuk sebuah tim, mencetak angka paling banyak) sehingga hal-hal menyenangkan yang terjadi dalam prosesnya luput dari perhatian mereka, kata Pam Schiller, Ph.D., pengarang buku “Seven Skills for School Success”.

Kuncinya, alihkan perhatian si kecil dari hadiah. Misalnya, jika ia kalah dalam pertandingan bola, katakan: ”Nggak apa-apa kok, kamu tidak menang”, “Gimana tadi pertandingannya?”, “Kamu senang nggak bermain dengan teman-teman?”, “Senang ya, disemangati teman-teman?”, dan sebagainya.

sumber : Parenting Indonesia

Sukses Latihan Bertoilet



Sukses Latihan Bertoilet
Dear Bunda Tak perlu bimbang kok. Bunda boleh memakaian balita popok di malam hari di tahap awal ia belajar bertoilet. Hanya saja, Bunda perlu mengagendakan, agar ia terus melatih diri untuk mengendalikan dorongan buang air.
Berikut tips agar latihan bertoilet berjalan sukses:
1. Buat jadwal ke toilet. Mulailah dengan membuat jadawal tetap ke toilet setiap haroi. Misalnya, mengajak anak ke kamar mandi untuk buang air kecil setiap baru bangun. Demikian buang air besar di wakt sama setiap hari.
2 Ajaklah dengan cara menyenagkan, tanpa memaksa, perlihatkan empati apabila balita menemui kesulitan. Misalnya terlanjur pipis sebelum masuk toilet, atau sulit pup.
3 Ganti popok. Ganti penggunaan popok biasa dengan popok celana yang mudah dibuka speerti memakai celana biasa. Katakana pada balita bahwa popok ini adalah popok khusus anak yang sudah besar, dan jelaskan penggunaannya.
4 Bermain. Berikan balita boneka dengan celana yang biasa dibuka dan memiliki toilet sendiri. Dengan begitu ia bisa mempraktikannya pada boneka sebelum diterapkannya pada diri sendiri. 5. Perangkat toilet. Sediakan perangkat toilet dengan motif-motif lucu. Di tahap perkenalan, Anda boleh membiarkan anak menggunakan perangkat toilet sebagai maianan lalu ajak ia secar aperlahan duduk di atasnya. temukan posisi terbaik untuk anak buang air. anak perempuan lebih nyaman dalam posisi duduk. Anak laki-laki posisi berdiri. Perhatikan juga respon masing-masing anak terhadap posisi tersebut. Saat balita menggunakan perangkat tersebut, tenangkan ia dengan memberinya semangat bahwa ia mampu bertoilet. Setelahnya, ajak ia buang air sambil menceritakan suatu kisah atau membacakan buku cerita favoritnya.
6 Bersikaplah optimis. Anda bukan satu-satunya orang tua yang berjuang agar anaknya dapat mengendalikan dorongan buang air. sejalan dengan jumlah jam terbang latihan, balita akan mahir. Pengalaman positif dan optimisme Anda di tahap perkenalan ini memuluskan proses bertoilet.

Sumber : Ayahbunda

Cara Atasi Mata Gatal pada Anak

Cara Atasi Mata Gatal pada Anak

Mata anak Bunda gatal dan sering dikucek? Hati-hati infeksi. Selain menghindari kontak dengan penderita infeksi, cara lain mencegah infeksi mata adalah dengan menjaga kebersihan.

Saat merasa ada yang tidak beres dengan matanya, misal perih, berair, atau gatal, biasanya anak akan secara refleks mengucek atau menggosoknya. Padahal, belum tentu tangan anak saat itu bersih, kan? Virus dan bakteri bisa saja menempel pada tangan anak. Mengucek mata, selain menyebabkan infeksi, juga bisa menyebabkan kornea tergores. Efeknya, penglihatan anak bisa menjadi buram, mata merah, nyeri, dan berair.

Lalu, bagaimana mengatasinya? Saat anak mengeluh matanya terasa gatal atau mengganjal karena benda asing, segeralah bersihkan matanya dengan menggunakan air mengalir. Tekankan pada anak untuk tidak mengucek matanya meski terasa gatal. Jika pun ia ingin memegang atau membersihkan matanya dengan tangan, ia harus membersihkan atau mencuci tangannya terlebih dahulu.

Segera bawa anak ke dokter bila mata merah dan infeksinya tidak mengalami perbaikan dalam waktu 3 hari. Terlebih, bila kondisi mata memburuk, misal mata semakin bengkak, penglihatan jadi buram, dan mata terasa sakit sekali. Jangan sekali-sekali memberi obat tetes mata yang dijual bebas pada anak. Obat tetes mata yang dijual bebas biasanya hanya ditujukan untuk mata iritasi akibat debu atau kotoran, dan tidak ditujukan untuk mata yang terinfeksi.

sumber ; Parenting Indonesia

Slow Food, Masak Cara Sehat .



Slow Food, Masak Cara Sehat .

Dear Bunda Jenis makanan yang diproses dengan sehat, seperti slow food, memberi kandungan gizi yang alami dan juga lebih bervariasi (tergantung dari bahan pembuatnya).

Slow food sendiri bisa diartikan sebagai makanan yang proses pengolahannya melalui waktu yang lama. Saat memroses slow food ini, makanan tidak dipaksa matang di luar waktunya.

Misalnya, ayam goreng diproses dengan cara diungkep terlebih dulu hingga matang dan empuk, baru kemudian digoreng hingga matang. Tidak hanya penyajiannya yang lambat, namun proses pemilihan bahan makanan hingga makanan ini dikonsumsi dilakukan secara berhati-hati.

Konsep yang ditawarkan slow food adalah memroses dan mengonsumsi makanan dengan tidak terburu-buru. Misalnya, menyiapkan bumbu, menumis atau merebus, hingga menyajikannya di meja makan. Semuanya harus benar-benar dinikmati (walaupun lebih memakan waktu!).

Semoga jadi salah satu referensi cara memasak untuk bunda dan keluarga

Sumber ; Parenting Indonesia

Kiat Minum Obat Saat Menyusui



Kiat Minum Obat Saat Menyusui

Dear Bunda Obat yang diminum ibu menyusui dapat mencemari air susu. Tapi pemberian ASI harus jalan terus.

Apakah Anda harus minum obat dalam jangka waktu lama, misalnya obat-obatan untuk penyakit diabetes? Atau hanya dalam beberapa hari seperti antibiotik? Atau hanya satu kali seperti obat penenang? Apa pun yang Anda alami, pertimbangan beberapa hal berikut:

Tanya dokter. Langkah bagus jika Anda diskusi dengan dokter tentang alternatif pengobatan tanpa obat. Misalnya mengatasi infeksi virus dengan istirahat dan banyak mengonsumsi vitamin dari buah-buahan.

Minum obat hanya jika memang perlu.

1. Hindari obat-obatan yang kandungannnya berupa kombinasi bermacam-macam zat aktif. Tanyakan pada dokter atau apoteker. Sebagai contoh: Untuk pareda nyeri dan penurun demam, cukup minum parasetamol. Untuk sakit maag, obat yang berisi magnesium hiroksida dan aluminium hidroksida.
2. Pilih obat yang paling kecil resikonya muncul dalam ASI dan paling singkat keberadaanya dalam ASI. Dengan kata lain, dosisnya serendah mungkin dna dalam waktu yang sesinngkat mungkin.
3. Pilih obat yang mencantumkan aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui.

Atur jadwal minum obat. Bila obat diminum segera setelah selsai menyusui atau sebelum bayi tidur panjang, maka kemungkinnan masuknya obat ke dalam ASI makin kecil.

Cermati dan waspadai gejala-gejala yang diperlihatkan bayi. misalnya, bayi jadi rewel, timbul ruam atau bercak merah/biru, sakit, kejang perut (kolik), atau ada perubahan pada pola tidur dan makannya. Bila muncul dalah satu gejala ini, segera beritahu dokter, termasuk jenis obat yang Anda konsumsi.

Pelajarai cara memerah dan menyimpan ASI. Dengan demikian, bila Anda harus menjalani pengobatan yang tidak bisa dilakukan bersamaan dengan kegiatan menyususi, maka bayi tetap mendapat ASI.

sumber ; Ayahbunda