Selasa, 16 April 2013

Balita Memiliki Tabungan Di Bank



Balita Memiliki Tabungan Di Bank,cek infonya yuk bunda :)

Kenalkan kegiatan menabung sejak anak berusia 2 tahun.

Deretan angka di buku tabungan tak menarik minat buah hati Anda. Tapi bila dengan menabung bisa mendapatkan tas Tweety? Wah, balita pasti suka! Kini tabungan anak makin keren! Dari buku tabungan hingga kartu ATM tercetak karakter kartun yang jadi kegemaran anak. Anak juga mendapat merchandise yang hanya bisa didapat bila mencapai saldo tertentu. Untuk para orang tua, ini bisa jadi cara menarik untuk mengajak anak rajin-rajin menabung di bank.

Sebelum ke bank. Anna Surti Ariani, Psikolog, menyarankan bila Anda ingin mengenalkan anak pada bank, terangkan dulu konsep menabung.
Caranya:

1. Ambil celengan berukuran kecil agar cepat penuh, paling lama satu bulan, karena jika lebih dari satu bulan balita akan bosan kelamaan menunggu hasilnya.
2. Berikan uang dan minta dia sendiri yang memasukkan ke dalam celengan.
3. Beri anak uang logam karena ia butuh sesuatu yang kongkret. Bunyi uang logam saat dimasukkan ke celengan bisa membuat balita ketagihan menabung.
4. Setelah tabungan penuh biarkan anak merasakan jerih payahnya dengan mengajaknya membeli barang impiannya memakai uang tersebut.

Mengenalkan nilai uang.
Uang logam terbuat dari logam berwarna putih dengan angka tertentu sebagai nilai nominalnya. Anak suka dengan uang ini karena dapat ia rasakan, semakin berat uang yang ia miliki semakin banyak uangnya.
Uang kertas terbuat dari kertas dengan berbagai nominal, mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 100.000. Cara termudah mengenalkan anak dengan uang ini adalah lewat warnanya. Setiap nominal uang kertas berbeda warna dan ukurannya.
Uang kartu yaitu alat bayar berbentuk kartu. Ada kartu kredit, kartu debet atau ATM. Ringkas, dalam satu kartu Anda membawa uang hingga puluhan juta tergantung saldo atau limit kartu kredit Anda. Uang kartu ini dapat digunakan di tempat-tempat belanja yang punya alat khusus.

Mari menabung :)

sumber ; Ayahbunda

BATUK PILEK PADA BALITA

Pagi Bunda

Hari Baby Gess batuk pilek lagi, but its Ok Bunda..karena memang batuk pilek (Batpil )pada anak adalah jamak atau biasa sebab Virus yg satu ini sangat mudah sekali menular dari udara,cuaca,debu,lingkungan kotor,mainan kotor,tangan tidak bersih,bersentuhan dengan yg sedang batpil dll.

Batuk pilek hanya bisa dilawan dengan imunitas/kekebalan si anak,dan tidak membutuhkan obat apalagi antibiotik ( AB membunuh bakteri ya bun), cukup hidup sehat, berikan ASI saja bila bayi dibawah 6 bulan, dan diatas 6 bulan bisa diberi air putih,jus,sop hangat, jemur,tetap mandi ya bun..

Bila batuk pilek disertai demam jangan khawatir ya..itu tanda BAIK bahwa dalam tubuh sianak ada inveksi virus dan sedang di basmi oleh suhu panas karna virus hanya mati dengan Suhu Panas bun..observasi dulu,tak perlu buru2 memberikan obat penurun panas,tp bila bayi sudah super rewel sekali boleh diberi sesuai takaran..walau sebenarnya tak menghilagkan panas td, yg perlu bunda lakukan bila anak panas bisa dengan
> Skin to skin : bunda dan bayi sama-sama buka bayi lalu saling berpelukan selama15-25 menit,biarkan panas anak bunda terserap kebunda
> kompres/rendam ditempat mandi dengan air hangat ya bun cukup 10-15 menit
> pantau panas selama 2 hari atau 72 jam, bila lebih boleh cek kedokter, (pssstttt bun kalo bisa cari dokter yang RUM dan Pro ASI ya bun, yg tidak gampang kasih obat :) )

paling penting Bundanya Wajib tenang.....yaa :)

Bunda Cussons *hugs

Rabu, 10 April 2013

Cupcake Pisang

BAHAN:
175 gr mentega
100 gr gula halus
25 gr gula palem
100 gr pisang ambon, haluskan
3 butir telur
165 gr tepung terigu
50 gr almond bubuk
1 sendok teh baking powder
50 ml krim kental
CARA MEMBUAT:
Kocok mentega, gula halus, dan gula palem hingga lembut. Masukkan telur, kocok kembali hingga rata. Masukkan pisang ambon, aduk rata.

Masukkan tepung terigu, almond bubuk, baking powder, dan krim kental, aduk hingga rata.

Tuang adonan ke dalam loyang yang telah dialasi paper cup. Panggang dengan suhu 180ยบ C selama 25 menit atau sampai matang. Angkat.
Hasil: 8 porsi
 sumber : ibudanbalita

Tips Sukses Menyusui Bayi Sambil Tetap Bekerja



Tips Sukses Menyusui Bayi Sambil Tetap Bekerja

Saat ini ada banyak Bunda-bunda yang bekerja tp masih bisa sukses memberikan ASI eksklusif kepada bayi-bayinya bahkan ada juga yang bisa sampai anaknya berusia 2 tahun.

inilah beberapa hal penting untuk bisa menyusui bayi sambil tetap bekerja:

1. Tekad dan keinginan dari sang bunda sendiri. Hal ini sangat penting, karena semuanya harus dimulai dari tekad sang bunda untuk mau menyusui secara eksclusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.
2. Mempelajari situasi di kantor/tempat kita bekerja. Misalnya: apakah tersedia tempat yang cukup layak & privat untuk kita memompa ASI selama jam kerja, dan apakah tersedia lemari es untuk menyimpan ASI. Kalau hal-hal tersebut tidak ada maka kita dapat menyiasatinya dengan membawa coller bag dan memompa di ruangan yang cukup tertutup (dapat dikunci), misalnya ruang arsip.
3. Pelajari teknik memerah ASI dengan baik, dan pakailah teknik yang dirasa nyaman dan menyenangkan bagi bunda. Saat ini teknik memerah ASI dapat dilakukan dengan 3 (tiga cara) yaitu: memerah manual menggunakan tangan, memerah dengan menggunakan pompa manual dan memerah menggunakan pompa listrik. Setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangan, dan pilihan ini tergantung pada kenyamanan ibu masing-masing.
4. Siapkan cooler bag atau termos yang digunakan untuk membawa ASI selama perjalanan dari kantor menuju rumah (jumlah es atau dry ice yang digunakan dapat disesuaikan sesuai waktu tempuh perjalanan pulang).
5. Pada saat cuti melahirkan akan berakhir, ajarkan bayi kita untuk minum ASI menggunakan sendok atau gelas bayi. Jika masih kesulitan, dapat menggunakan botol bayi (ini merupakan alternatif terakhir karena pada beberapa bayi, penggunaan botol dengan nipple dapat menyebabkan bayi menjadi ‘bingung puting’). Tapi banyak pula bayi yang tidak bermasalah pada saat dia harus minum ASI menggunakan botol ataupun menyusu langsung pada ibunya.
6. Ajarkan kepada pengasuh bayi bagaimana cara memberikan ASI pada bayi, bagaimana menyimpan dan memanaskan ASI, dan tidak lupa beritahu jadwal pemberian ASI (namun tidak harus terpaku pada jadwal, karena sebaiknya berikan ASI kapanpun bayi mau).
7. Pada saat memerah ASI, selalu menggunakan peralatan dan tangan yang bersih untuk menghindari ASI tercemar bakteri. Untuk menanpung ASI gunakan botol dari kaca atau plastik khusus untuk menampung ASI dan jangan lupa memberi label pada tiap botol ASI yang berisi tanggal dan jam kita memerah.
8. Carilah dukungan dari teman-teman khususnya teman kerja, orang tua atau pun suami kita, supaya mereka dapat mengingatkan ataupun menghibur kita disaat ada kalanya kita ’berat’ menjalani masa ASI eksklusif ini.

semangattt ya bunda yakin dan pasti bisyaa
Sumber : cussons mum and me indonesia

manfaat kulit mangga untuk muka

#FruTips hari ini: Coba deh oleskan kulit mangga di wajah selama 10 menit untuk mengeluarkan kotoran dari pori-pori kulit dan juga dapat mengurangi jerawat kamu.

Semoga tips nya bermanfaat Frutarian! Jangan lupa LIKE dan SHARE info ini ya ;)
sumber : buavita

Tips Merawat Anak yang Terkena Cacar Air



Tips Merawat Anak yang Terkena Cacar Air

Cacar air yang sangat menular dan disebabkan virus varisela zoster ini menyerang kulit dengan membentuk luka yang berisi cairan. Bagaimana merawat anak yang terkena cacar air?

1. Segera ke dokter untuk memastikan anak menderita cacar air atau bukan.
2. Perawatan penderita sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah pernah terjangkit cacar air. Biasanya, penderita yang sudah terkena cacar air akan kebal terhadap penyakit tersebut.
3. Anak boleh ditemui, tetapi jangan terlalu dekat jaraknya, sehingga napasnya tidak terhirup.
4. Pisahkan barang-barang yang digunakannya, seperti baju, handuk, piring, gelas, sisir, atau peralatan lain. Bersihkan peralatan tersebut secara terpisah. Tempatkan pula penderita dalam tempat tidur terpisah, ganti seprai setiap hari.
5. Jaga kualitas dan kuantitas makanan anak. Beri makanan yang tinggi kalori dan protein, juga makanan sumber vitamin dan mineral.
6. Istirahat yang cukup. Jangan biarkan anak keluar rumah selagi bintil cacar air masih dan terus timbul.
7. Minta anak untuk tidak menggaruk bintil yang gatal. Potong kukunya, atau pakaikan sarung tangan untuk mengurangi akibat garukan. Cairan di dalam bintil sifatnya menular. Selain itu, jika terjadi infeksi pada luka tersebut, penyembuhannya akan lebih sulit, dan meninggalkan bekas (kropeng).
8. Oleskan obat gatal, seperti bedak calamine, untuk mengurangi gatal dan mempercepat proses pengeringan luka.
8. Minta anak mandi dengan sabun antiseptik dan ganti baju setiap hari.
9. Perhatikan kondisi dan suhu tubuh anak setiap hari. Bila perlu, penderita diberi obat penurun panas untuk meredakan demam.
10. Waspada kondisi darurat. Segeralah kembali ke dokter bila:
- Bintil (vesikel) terinfeksi kuman, misalnya berwarna merah, bengkak, bernanah.
- Anak demam tinggi, sakit kepala, muntah, atau gatal yang tidak hilang-hilang, saat bintil-bintil sudah menyebar ke seluruh tubuh dan keadaan anak mulai membaik.

Pencegahan. Untuk mencegah kemungkinan terkena atau tertular cacar air, dapat diberikan vaksinasi. Kalaupun kena setelah vaksinasi, biasanya tidak sampai parah.

Vaksinasi sebaiknya diberikan pada usia satu tahun ke atas, karena pada usia ini bayi sudah tak lagi memiliki kekebalan tubuh dari ibunya. Daya lindung vaksin ini bisa mencapai 97%, dan dapat diulang saat anak berumur 5 tahun.

Bunda Silahkan di Share yah :)
sumber ; Ayahbunda

Mengatasi Prilaku Marah Balita



Pengertian, Sebab dan Cara Mengatasi Temper Tantrum >semoga bermanfaat ya bunda :)

Pengertian temper tantrum adalah perilaku marah pada anak-anak prasekolah. Mereka mengekspresikan kemarahan mereka dengan berbaring di lantai, menendang, berteriak, dan kadang-kadang menahan napas mereka. Tantrum yang alami, terjadi pada anak-anak yang belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka, karena tidak terpenuhinya keinginan mereka.

Tantrum biasanya terjadi pada usia 2 dan 3 tahun, akan mulai menurun pada usia 4 tahun. Mereka biasanya mengalami ini dalam waktu satu tahun. 23 sampai 83 persen dari anak usia 2 hingga 4 tahun pernah mengalami temper tantrum.

Kebanyakan anak-anak membuat ulah di tempat tertentu dan juga dengan orang tertentu. Mereka biasanya akan melakukan hal ini ketika mereka tahu ada larangan “tidak” untuk sesuatu yang dia ingin lakukan. Ketika anggota keluarga yang lain menanggapi tantrum dengan sikap kasar dan bahkan sampai memukul, maka masalah akan meningkat. Mengamuk biasanya akan berhenti bila anak mendapat apa yang diinginkan. Tingkat kemarahan anak tergantung bagaimana besarnya energi anak dan juga kesabaran orang tua.

Ada banyak sebab temper tantrum. Beberapa penyebab adalah indikator masalah keluarga: disiplin yang tidak konsisten, mengkritik terlalu banyak, orang tua yang terlalu protektif atau lalai, anak-anak tidak memiliki cukup cinta dan perhatian dari orangtua mereka, masalah dengan pernikahan, gangguan bermain, baik untuk masalah emosional orang tua, pertemuan orang asing, persaingan dengan saudara atau saudari, memiliki masalah dengan bicara, dan penyakit atau sakit. Penyebab umum lainnya termasuk karena rasa lapar atau lelah.

Anak yang sedang marah sering mengalami masalah lain seperti mengisap jempol, membenturkan kepala, membasahi tempat tidur dan sulit tidur. Jika perilaku ini terjadi, atau jika anak Anda marah lebih dari 15 menit atau terjadi lebih dari tiga kali sehari, carilah bantuan dari seorang tenaga ahli seperti psikolog anak.

Orang tua dapat belajar bagaimana memelihara dan menegakkan disiplin secara efektif. Terlalu permisif dengan disiplin yang longgar membuat segala sesuatu harus dipenuhi. Sebaliknya, terlalu otoriter tidak baik dalam pengasuhan anak, coba sekali-kali gunakan gaya pengasuhan dengan lebih mendengarkan suara anak. Gaya pengasuhan otoriter adalah gaya pengasuhan yang belum mengakui hak-hak anak. Intinya adalah keseimbangan dalam pengasuhan, kapan orangtua perlu bertindak disiplin dan kapan perlu mendengarkan keinginan dan hak anak.

Dikutip dari Children’s Hospital of Philadelphia, berikut ini adalah petunjuk yang paling tepat dan bermanfaat tentang cara mengatasi temper tantrum:

1. Tetap tenang.
2. Terus lakukan kegiatan anda. Abaikan anak sampai dia lebih tenang dan tunjukkan aturan yang sudah disepakati bersama.
3. Jangan memukul anak Anda. Lebih baik mendekapnya dalam pelukan sampai ia tenang.
4. Cobalah untuk menemukan alasan kemarahan anak Anda.
5. Jangan menyerah pada kemarahan anak. Ketika orang tua menyerah, anak-anak belajar untuk menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.
6. Jangan membujuk anak Anda dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Anak akan belajar untuk mendapatkan imbalan.
7. Arahkan perhatian anak pada sesuatu yang lain.
8. Singkirkan benda-benda yang berpotensi berbahaya dari anak Anda.
9. Berikan pujian dan penghargaan perilaku bila tantrum telah selesai.
10 Tetap jaga komunikasi terbuka dengan anak Anda.

Silahkan dishare ya bunda :)

sumber : Psikologi Zone