Senin, 08 April 2013

Kue Dadar Isi Vla Coklat

Kue Dadar Isi Vla Coklat

Hai Bun, coba resep ini yuk Manis dan enak sebagai teman minum teh. Balita pun pasti ingin ikut menyantapnya.

Bahan:
75 gram tepung terigu.
1 butir telur, kocok lepas.
150 ml susu cair.
½ sendok makan mentega, lelehkan.

Bahan vla:
300 ml susu cair.
75 gram cokelat masak, potong-potong.
1 butir telur.

Cara membuat:

1. Vla: Campur semua bahan vla dalam panci. Masak di atas api kecil sambil diaduk sampai meletup-letup. Angkat, sisihkan.
2. Campur tepung terigu, telur, susu dan mentega leleh, aduk rata hingga lembut.
3. Panaskan wajan datar bergaris tengah 20 cm, buat dadar tipis sampai adonan habis.
4. Ambil selembar dadar, beri 2 sendok makan vla cokelat di tengahnya. Lipat segitiga atau sesuai selera. Sajikan.

Untuk 10 buah

Nilai Gizi (per porsi):
Energi : 170 Kalori
Protein : 6.5 gram
Lemak : 9 gram
Kerbohidrat : 18 gram

Selamat mencoba..:)

sumber : Ayahbunda
Kue Dadar Isi Vla Coklat

Hai Bun, coba resep ini yuk Manis dan enak sebagai teman minum teh. Balita pun pasti ingin ikut menyantapnya.

Bahan:
75 gram tepung terigu.
1 butir telur, kocok lepas.
150 ml susu cair.
½ sendok makan mentega, lelehkan.

Bahan vla:
300 ml susu cair.
75 gram cokelat masak, potong-potong.
1 butir telur.

Cara membuat:

1.    Vla: Campur semua bahan vla dalam panci. Masak di atas api kecil sambil diaduk sampai meletup-letup. Angkat, sisihkan.
2.    Campur tepung terigu, telur, susu dan mentega leleh, aduk rata hingga lembut.
3.    Panaskan wajan datar bergaris tengah 20 cm, buat dadar tipis sampai adonan habis.
4.    Ambil selembar dadar, beri 2 sendok makan vla cokelat di tengahnya. Lipat segitiga atau sesuai selera. Sajikan.

Untuk 10 buah

Nilai Gizi (per porsi):
Energi : 170 Kalori
Protein : 6.5 gram
Lemak : 9 gram
Kerbohidrat : 18 gram

Selamat mencoba..:)

sumber : Ayahbunda

Memilih Buah Untuk Bayi



Memilih Buah Untuk Bayi, cek info ini Bunda :)

Buah dan sayuran adalah sumber utama berbagai vitamin dan mineral, yang sangat penting untukmembantu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Vitamin C dan kalsium misalnya, membantu pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Bagaimana memilih buah yang tepat dan aman untuk bayi?



Jenis Buah dan Cara Memilih

PISANG
* Pisang Ambon atau pisang Sunripe. Keduanya memiliki rasa yang netral, tidak sepat, dan tidak pahit.
* Pilih pisang yang tingkat kematangan optimal. Tandanya, antara lain seluruh kulitnya berwarna kuning tua merata. Bila ada bintik-bintik hitam berarti sudah melewati tingkat kematangan optimal.

JERUK
* Pilih jeruk, seperti jeruk Pontianak dan jeruk bayi. Jangan berikan jeruk yang sama, karena indera pengecap bayi masih belajar mengenal rasa, serta system pencernaanya pun belum kuat.
* Pilih jeruk yang sudah matang optimal.

APEL
* Apel Malang, apel manalagi, atau apel lain yang tidak asam.
* Pilih apel matang optimal. Apel yang terlalu muda akan terasa asam, sedangkan apael yang terlalu matang akan terasa maser, serta daging buangnya “ gembos.”

PIR
* Pilih pir Autralia karena memiliki rasa yang netral.
* Jangan memilihkan pir Cina sebab rasanya “aneh” di lidah bayi, serta cenderung asam.

TOMAT
* Pilih tomat buah, misalnya tomat apel. Jangan tomat sayur, karena biasanya asam dan sedikit sepat.
* Pilih yang warna kulitnya merah merata, dan sudah mencapai tingkat kematangan optimal


Bunda Sebaiknya, kenalkan rasa buah satu per satu. Setelah itu, baru bisa dicampur rasa dua macam buah untuk satu kali pemberian. Namun, pertama-tama diberikan dalam bentuk cair dengan menambahkan air matang. Jangan lupa, selalu cuci bersih setiap buah yang akan Anda berikan kepada bayi, dan kupas kulitnya :)

sumber : ayahbunda

Tunda Diet Saat Menyusui!



Tunda Diet Saat Menyusui! nah yuk baca infonya bun :)

Bila kebutuhan energi dan zat-zat gizi selama masa menyusui tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka kesehatan Bunda bisa terganggu, kualitas dan kuantitas ASI juga tidak baik, dan jangka waktu Bunda untuk memproduksi ASI jadi relatif singkat. Urungkan dulu niat diet Bunda selama menyusui. Prioritaskan dulu kebutuhan dan kesehatan bayi ya.

Tindakan penting ibu

1. Memperhatikan asupan gizi selama menyusui. Bunda butuh kalori dan zat-zat gizi lebih banyak dibandingkan saat hamil. Selama 6 bulan pertama masa laktasi dibutuhkan sekitar 2900 Kalori/orang/hari, dan selama 6 bulan kedua dibutuhkan sekitar 2700 Kalori/orang/hari. Di sini pentingnya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
2. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang demgam jenis yang bervariasi setiap hari, yakni terdiri dari makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat. Di lain pihak, kurangi konsumsi lemak dan gula, serta junk foods.
3. Minum lebih banyak cairan, seperti air putih, susu, atau sari buah tanpa gula. Usahakan minum minimal 8 gelas sehari, atau kira-kira 1-2 liter air selama 24 jam.
4. Tak terlalu khawatir dengan bentuk tubuh Bunda kini. Ketahui bahwa dengan menyusui, penurunan berat badan Bunda akan lebih cepat daripada ibu yang tidak menyusui karena cadangan lemak dalam tubuh ibu -yang memang disiapkan selama kehamilan sebagai sumber energi pembentukan ASI- akan menyusut.
5. Berolahraga secara rutin karena bisa membantu menghilangkan kelebihan berat badan. Tentu setelah mendapat izin dari dokter.
6. Yakin,yakin,yakin tetap Menysusui karna ASI yg paling sempurna.

sumber : Ayahbunda

Rabu, 03 April 2013

Agar Mata Anak Sehat



Cussons Mum & Me Indonesia wrote:

Agar Mata Anak Sehat, ini dia tipsnya Bunda :)

Masih kecil kok pakai kacamata? Yuk, jaga agar mata anak Bunda tetap sehat. ini adalah berbagai caranya.

- Batasi waktu nontonnya. Jangka waktu menonton televisi yang dianjurkan adalah 1 -2 jam/hari, sedangkan untuk main gadget 1-2 jam/minggu (berdasarkan penelitian dari Singapura).

- Perbanyak konsumsi sayur dan buah. Keduanya dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan mata anak, terutama untuk metabolisme retina yang akan memaksimalkan ketajaman  penglihatan. Berpikir untuk mengganti buah dan sayur dengan suplemen? Boleh saja, sih, jika memang anak masih sulit untuk makan sayur buah alami.

- Beri penerangan yang cukup di ruangan. Menonton televisi, main gadget, atau membaca, sebaiknya dilakukan di ruangan dengan penerangan yang cukup. Penrangan ini sangat mempengaruhi kesehatan mata anak, lho. Menonton atau membaca yang dilakukan dalam ruangan redup atau gelap, akan membuat mata berkontraksi lebih kuat dan dapat mempengaruhi bentuk bola mata.

- Posisi duduk. Bermain gadget atau nonton TV atau membaca dalam keadaan telentang atau tiduran tidak dianjurkan pada anak-anak yang matanya masih berkembang. Selain akan mempengaruhi bentuk bola mata juga mata menjadi cepat lelah/perih dan mengeluh pusing.

silahkan klik Like and Share ya bunda :)

sumber ; Parenting Indonesia

Ciri-ciri Rabun Jauh pada Anak




Ciri-ciri Rabun Jauh pada Anak, mari simak infonya Bunda :)

Rabun jauh (myopia) bukan hanya pada orang dewasa, lho. Anak juga bisa mengalaminya.

Profesor Ian Morgan, dari Australian University (ANU), mengatakan bahwa kasus rabun jauh pada anak-anak di Asia lebih disebabkan karena faktor budaya, dan bukan karena faktor genetik. Anak-anak di kawasan Asia lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam ruangan.

Padahal, sebuah studi menyebutkan bahwa jarangnya terkena sinar matahari dapat menyebabkan anak-anak menderita rabun jauh. Laporan yang dipublikasikan dalam jurnal medis Lancet ini menemukan bahwa sinar matahari ternyata dapat merangsang produksi zat dopamin pada mata yang menghentikan bola mata tumbuh memanjang dan mencegah perubahan fokus cahaya pada penglihatan.

Bagaimana mengetahui bahwa anak menderita rabun jauh? Cermati ciri-ciri berikut, Bunda:
- Anak suka memicingkan mata bila melihat objek jauh.
- Ia terlihat suka sering memiringkan kepalanya.
- Anak mendekati objek/TV untuk melihat dengan jelas
- Prestasi di sekolah menurun karena ia mengalami kesulitan belajar saat duduk di belakang.
- Anak mengeluh pusing.

Jika Bunda menemukan ciri-ciri di atas, sebaiknya segera ajak anak untuk memeriksakan mata ke dokter. Bila memang ia terbukti menderita rabun jauh, jangan tunda untuk memberinya kacamata. Kacamata akan membuatnya lebih nyaman saat melihat. Pilihkan kacamata dengan bingkai yang ringan dan berlensa plastik, agar ia tidak terbebani dengan kacamatanya.

silahkan dishare infonya bunda :)

sumber ; Parenting Indonesia
Cussons Mum & Me Indonesia

Memahami Dunia Austisme

Kadangkala mendengar istilah autis, membuat para orang tua cukup khawatir mengingat penyebab pastinya hingga kini pun belum diketahui. Autis merupakan gangguan perkembangan yang biasanya muncul pada 3 tahun pertama yang mempengaruhi perkembangan sosial dan keterampilan komunikasi anak.
Kebanyakan, orang tua mencurigai ada sesuatu yang salah saat anak berusia 18 bulan dan kadang mencari pertolongan pada usia 2 tahun. Anak dengan autis biasanya mengalami kesulitan:
• bermain pura-pura
• interaksi sosial
• berkomunikasi verbal dan non-verbal

Agar Ibu dapat mengenali secara dini gangguan ini, Ibu bisa melakukan pengecekan dengan menjawab pertanyaan ‘Pervasive Development Disorder Screening Test’ di bawah ini dengan memberikan jawaban Ya atau Tidak. Tes ini diperuntukkan bagi si Kecil berusia 12-24 bulan.
1. Apakah anak sering terlihat bosan atau tidak berminat terhadap pembicaran atau suatu aktivitas di sekitarnya?
2. Apakah anak sering mengerjakan suatu pekerjaan atau bermain dengan suatu benda, yang dilakukannya berulang-ulang dalam waktu yang lama, sehingga Anda merasa heran mengapa anak mengapa anak seusianya dapat berkonsentrasi sangat baik?
3. Apakah anda memperhatikan bahwa anak dapat sangat fokus terhadap suara tertentu misalnya iklan di TV tetapi tidak mendengar suara lain yang sama kerasnya, bahkan tidak menoleh saat dipanggil?
4. Apakah Anda merasa bahwa perkembangan anak (selain perkembangan kemampuan berbicara) agak lambat (misalnya terlambat berjalan)?
5. Apakah anak hanya bermain dengan satu atau dua mainan yang disukainya saja hampir sepanjang waktunya, atau tidak berminat terhadap mainan sama sekali?
6. Apakah anak sangat menyukai meraba sesuatu benda secara aneh, misalnya meraba-raba berbagai tekstur seperti karpet atau sutera?
7. Apakah ada seseorang yang menyatakan kekhwatiran bahwa anak Anda mungkin mengalami gangguan pendengaran?
8. Apakah anak senang memperhatikan dan bermain dengan jari-jarinya?
9. Apakah anak belum dapat atau tidak dapat menyatakan keinginannya, baik dengan menggunakan kata-kata atau dengan menunjuk menggunakan jarinya?
10. Apakah anak tampak tidak berminat untuk belajar bicara?
11. Apakah anak seperti tidak memiliki rasa takut terhadap benda atau binatang yang berbahaya?
12. Bila Anda mencoba menarik perhatiannya, apakah kadang Anda merasa anak menghindari menatap mata Anda?
13. Apakah anak suka digelitik dan berlari bersama, tetapi tidak menyukai bermain cilukba?
14. Apakah anak pernah mengalami saat-saat anak menjadi kurang berminat terhadap mainan?
15. Apakah anak menghindari atau tidak menyukai boneka atau mainan berbulu?
16. Apakah anak tidak suka bermain dengan boneka dan mainan berbulu?
17. Apakah anak terpesona pada sesuatu yang bergerak, misalnya membuka-buka halaman buku, menuang pasir, memutar roda mobil-mobilan atau memperhatikan gerakan air?
18. Apakah Anda merasa kadang anak tidak peduli apakah Ibu berada disekitarnya atau tidak?
19. Apakah kadang suasana hatinya berubah tiba-tiba tanpa alasan yang jelas?
20. Apakah anak mengalami kesulitan untuk bermain dengan mainan baru, walaupun setelah terbiasa ia dapat bermain dengan mainan itu?
21. Apakah anak pernah berhenti menggunakan mimik yang sudah pernah dikuasainya, seperti melambaikan tangan untuk menyatakan da-dah, mencium pipi, atau menggoyangkan kepala untuk menyatakan tidak?
22. Apakah anak sering melambaikan tangan ke atas dan ke bawah di samping atau di depan tubuhnya seperti melambai-lambai bila merasa senang?
23. Apakah anak menangis bila anda pergi, tetapi tidak peduli saat Anda datang kembali?

Jumlah jawaban YA untuk nomor ganjil:

Jumlah jawaban YA untuk nomor genap:

Arti tes di atas.
• Bila ada 3 atau lebih jawaban YA untuk nomor ganjil, sebaiknya anak diperiksakan lebih lanjut untuk memastikan apakah anak autis atau tidak.
• Bila ada 3 atau lebih jawaban YA untuk nomor genap, anak diperiksakan lebih lanjut untuk mengetahui apakah anak mengalami gangguan perkembangan selain autis.

Tentu saja tes ini bukan penentu mutlak mengenai kondisi si Kecil. Jika memang hasil tes ini menunjukkan adanya gangguan pada si Kecil atau jika Ibu ragu, maka sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter, khususnya dokter anak, untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat. Dengan demikian, maka dapat diketahui pasti mengenai kondisi si Kecil.

Sumber : ibudanbalita.com

Lemon and orange brownies

Dear Bunda sebelum Istirahat silhakan catat resep ini ya untuk dicoba esok hari :) Lemon and orange brownies

Waktu menyiapkan: 10menit
Waktu memasak: 35 menit + waktu memanggang
Hasil: 12 potong

Bahan:
200 gr coklat masak putih, cincang kasar
150 gr mentega
4 butir telur
150 gr gula pasir halus
150 gr tepung terigu
1 buah jeruk orange, parut kulitnya
1 buah lemon, parut kulitnya
3 sdm sirup rasa jeruk
60 ml air jeruk lemon
2 sdm icing sugar, untuk garnish

1. Panaskan oven dengan suhu 180ºC. Siapkan loyang ukuran 20 x 30 cm olesi dengan margarin dan alasi dengan kertas untuk memanggang. Sisihkan.

2.Tim coklat putih cincang dengan mentega hingga leleh, angkat, sishkan. Masukkan telur satu persatu kedalam gula pasir halus, kocok hingga gula larut. Kocok telur dan gula pasir halus hingga gula larut. Masukkan telur satu persatu. Aduk rata.

3.Masukkan tepung terigu, kulit jeruk orange, kulit lemon parut, sirup jeruk, dan air lemon, aduk rata. Tuang ke dalam loyang yan sudah disiapkan, ratakan.

4.Panggang selama 30 menit. Angkat dan potong-potong, taburi dengan icing sugar.

Nilai gizi (per potong) :

Energi : 331 kkal

Protein : 5 gram

sumber : Parenting Indonesia